Rektor UB

doel-rektor1

H. Doel Arnowo
1963-1966

H. Doel Arnowo

Presiden Universitas Brawijaya (1963-1966)

Lahir di Surabaya 30 oktober 1904, wafat 18 Januari 1985

Selama kepemimpinannya, Universitas Brawijaya dalam proses penegerian. Banyak tenaga, pikiran serta harta pribadi dicurahkan untuk proses ini. Lobinya yang kuat termasuk dengan Presiden Sukarno sangat menentukan proses penegerian tersebut.

rektor-2

Brigjen. Prof. Dr. dr. Eri Soedewo

Brigjen. Prof. Dr. dr. Eri Soedewo

Ketua Presidium Universitas Brawijaya (1966)

Dokter ahli bedah sekaligus seorang militer
berpangkat brigjen ini mengemban tugas
mengembalikan fungsi perguruan tinggi di Jawa Timur
selama terjadi kekacauan politik saat itu. Selain
sebagai Ketua Presidium Universitas Brawijaya, dia
juga menjadi Koordinator PTN se Jawa Timur, Pejabat
Rektor Unair, Ketua Presidium IKIP Malang, dan Ketua
Presidium IKIP Surabaya.

Rektor-Ub-3-Kolonel-Moeljadhi-1966-1973-200x300

Kolonel Moejadhi

Kolonel Moejadhi

Rektor tahun 1966-1969

Komandan Korem 083 Malang ini ditugaskan sebagai
Rektor Universitas Brawijaya dengan misi utama
menormalkan kehidupan kampus yang sedang
bergolak sebagai imbas situasi politik di luar kampus
pada saat itu. Setelah berhasil mengendalikan situasi,
dia mengakhiri tugasnya sebagai rektor, dan
mendapat tugas belajar di SESKOAD.

Rektor-UB-4-Prof.DR_.Ir-Moeljadi-Banoewidjojo-1969-1973-200x300

Prof. Dr. Ir. Moeljadi Banoewidjojo

Prof. Dr. Ir. Moeljadi Banoewidjojo

Rektor tahun 1969-1973

Lahir di Ponorogo, November 1924,
wafat 7 November 1990

Banyak hal telah dilakukan guru besar Fakultas
Pertanian (FP) ini selama karirnya sebagai rektor,
antara lain pengadaan tenaga dosen maupun staf
administrasi dalam jumlah besar, serta sangat
berperan dalam proses pembebasan dan perluasan tanah Kampus Dinoyo secara
bertahap.

Rektor-UB-5-Prof-Darji-Darmodihardjo-SH-1973-1979-copy-200x300

Prof. Darji Darmodiharjo, SH

Prof. Darji Darmodiharjo, SH

Rektor tahun 1973-1979

Lahir di Blora, 5 Maret 1920
Sarjana hukum alumni Fakultas Hukum dan
Pengetahuan Masyarakat Universitas Brawijaya yang
berpangkat Kolonel TNI AD ini saat menjabat Rektor,
antara lain menetapkan singkatan “Unibraw” sebagai
pengganti “Unbra”, menjadikan Kampus Dinoyo
sebagai kampus utama dengan memindahkan Kantor
Pusat dari Jalan Guntur dan gedung kuliah dari
kawasan Kotalama ke Kampus Dinoyo. Sebelum habis
masa jabatannya selaku rektor, Prof Darji diangkat sebagai Direktur Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

RektorUB-6-Prof.-Dr.-Harsono-1979-1987-200x300

Prof. Dr. Harsono, SE

Prof. Dr. Harsono, SE

Rektor tahun 1979-1987

Lahir di Surabaya, 8 September 1939, wafat 3 Juni 1999
Guru besar Fakultas Ekonomi ini sewaktu menjadi
rektor berperan besar dalam pembebasan tanah
untuk Kampus Dinoyo dan pembangunan fasilitas
fisik berupa gedung-gedung, antara lain gedung
Kantor Pusat (lama), Perpustakaan Pusat, Asrama
Mahasiswa, gedung Kuliah Bersama, gedung-gedung
laboratorium Biologii, Fisika, Kimia, dan Komputer,
gedung serbaguna Sasana Samanta Krida, kompleks Politeknik, dan gedung lain di kampus Dinoyo.

Drs.-Z.A.-AchmadyMPA1987-1993-200x300

Prof. Drs. Zainal Arifin Achmady, MPA

Prof. Drs. Zainal Arifin Achmady, MPA

Rektor tahun 1987-1993

Lahir di Jember, 10 September 1940
Guru besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) ini
sangat berdisiplin. Saat menjadi Rektor,
terselenggara Simposium Nasional Cendekiawan
Muslim Indonesia di Kampus Universitas Brawijaya
yang berujung pada pembentukan Ikatan
Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI). Selain itu
banyak pembangunan fasilitas pembangunan fisik
seperti gedung Rektorat berlantai 8 dan gedung Widyaloka. Prof ZA Achmady
diangkat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 1993
sebelum masa jabatannya berakhir.

Prof.-Drs.-H.M.-Hasyim-Baisoeni-1993-1997-200x300

Prof. Drs. H.M. Hasyim Baisoeni

Prof. Drs. H.M. Hasyim Baisoeni

Rektor tahun 1994-1998

Lahir di Pamekasan, 15 April 1937
Guru besar Fakultas Teknik (FT) UB yang selama
masa jabatannya banyak mendorong dosen untuk
studi lanjut dan banyaknya dosen yang berhasil
menjadi Guru Besar, dibentuknya Pembantu Rektor
IV bidang Perencanaan dan Kerjasama, dibentuknya
BAPSI (Biro Administrasi dan Sistem Informasi), dan
mulai diresmikan penggunaan website resmi UB dan
aplikasi SIMPT terpadu

Prof.-Dr.Eka-Afnan-Troena-1998-2002-200x300

Prof. Dr. Eka Afnan Troena, SE

Prof. Dr. Eka Afnan Troena, SE

Rektor tahun 1998-2002

Lahir di Sidoarjo, 12 Agustus 1942
Guru besar Fakultas Ekonomi (FE) ini pada masa
kepemimpinannya mulai menerima mahasiswa
asing asal Malaysia, dimulainya era jaringan serat
optik untuk pengembangan teknologi informasi (TI)
di kampus dan pelaksanaan distance learning
bekerjasama dengan Keio University. Jepang, serta
memulai program pemberian beasiswa studi lanjut bagi staf administrasi.

Prof.-Dr.-Ir.-Bambang-Goeritno-2002-2006-200x300

Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno

Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno

Rektor tahun 2002-2006

Lahir di Surabaya, 7 Juni 1945
Guru besar Fakultas Pertanian yang terpilih menjadi
rektor secara demokratis di era reformasi ini
mencanangkan visi menjadikan Universitas
Brawijaya sebagai perguruan tinggi terkemuka
melewati batas wilayah nasional, melakukan
persiapan-persiapan untuk menjadi perguruan
tinggi otonom, mengupayakan peningkatan kualitas
dosen melalui studi lanjut, memperluas kerjasama luar negeri, mengadakan
penataan jenjang karir staf administrasi, merintis pemberian subsidi biaya
perjalanan haji bagi karyawan, serta menempatkan perencanaan sebagai dasar
penetapan program dan kegiatan Universitas Brawijaya.

Prof.Dr_.-Ir.-Yogi-Sugito-2006-200x300

Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito

Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito

Rektor tahun 2006-sekarang

Lahir di Tulungagung, 10 Juni 1951
Dalam masa kepemimpinan guru besar Fakultas
Pertanian ini, Universitas Brawijaya diarahkan untuk
menjadi entrepreneurial university yang bertaraf
internasional, dibuat logo Universitas Brawijaya,
mulai diperkenalkan singkatan “UB” menggantikan
“Unibraw”, diberlakukan SPP proporsional bagi
mahasiswa. Perkembangan yang begitu cepat
membuat UB menjadi PT terbesar dan terbaik di Indonesia. Terbesar, karena
jumlah PS, dosen, karyawan dan mempunyai 5 kampus (Ketawangede, Puncak
Dieng, Griya Santha, Kediri, dan Jakarta). Terbaik, karena berbagai prestasi, baik
di bidang akademik, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, dan manajemen,
serta suasana kampus. Rektor ini sangat memperhatikan keamanan,
kenyamanan dan keindahan kampus.